Masih menarikkah Bunaken ?

Apakah masih menarik Bunaken ? begitu pertanyaan yang kerap di tanyakan teman teman yang sudah melanglang buana ke Papua, Ambon, Wakatobi sampai Alor dan Komodo. Bunaken seolah hanya syarat ketika seorang ditasbihkan menjadi penyelam. Wajib datang ke Manado.

Itu dulu dan ketika Bunaken masih menawarkan pesonanya. Visibility jernih, pelagics yang beraneka ragam. Kini banyak berubah. Reklamasi pantai Manado sedikit banyak mempengaruhi. Sampah mulai banyak dijumpai sampai Bunaken. Ada sebagian koral dan terumbu karang yang rusak. Bahkan beberapa kerang raksasa – Giant Clamp – yang dulu ada di Fukui sudah punah. Kenaikan suhu laut juga mempercepat matinya biota laut disana.

Semakin jarang dijumpai Baracuda atau tuna di sana. Juga ikan Napoleon yang sempat menjadi pemandangan rutin di kawasan depan kampung. Saat break lunch di atas kapalpun, kami bisa melihat mereka hilir mudik seliweran di bawah, seolah menunggu sisa nasi.

Seorang teman mengatakan ia ke Menado hanya untuk berburu makro di kawasan lembeh. Selat Bitung. Pilihan ke Bunaken dilewatkan.
“ Malas,..tidak ada lagi yang menarik disana “.

Saya merangkum tak salah pendapat teman itu, walau tak seluruhnya benar juga. Bunaken masih menyembulkan pesonanya. Masih ada sisi lain yang menakjubkan. Hamparan coral subur di Likuan masih memanjakan mata.
Terus terang saya memang mengkuatirkan Bunaken. Ikan ikan yang semakin sedikit membuktikan something goin on there. Sesuatu tengah terjadi. Tiga hari terakhir di Bunaken, tak melihat seekor pelagics , kecuali seekor penyu.

Polusi, ambisi manusia, reklamasi pantai membuat kawasan yang pernah menjadi surga bawah laut ini terancam keberadaannya.
Siapkah anda kehilangan Bunaken ?

Share

  1. 0
    5 August 2009 12:10:12

    Bayu Wardoyo

    Bos, terus terang setelah kita bareng ke Bunaken bulan April lalu gue berpikir untuk mencoretnya dari daftar dive site. Mungkin kalau ke Manado ya hanya ke Lembeh saja. Rekor dunia 1500 diver di Bunaken? It’s purely stupidity

  2. 0
    9 August 2009 08:46:14

    ridha

    jangan sampai kodong………..

  3. 0
    9 August 2009 09:01:58

    asiah

    jangan lepaskan Bunaken dari negeri tercinta…rawatlah dengan sebaik-baiknya!!!!Bunaken memberi banyak keuntungan bagi bangsa ini.Misalnya;pajak,dan kita dapat memanjakan mata.Apakah kalian semua rela????Nggak ‘kan???PLEASE CARE THE BUNAKEN……….

  4. 0
    3 October 2009 22:56:57

    agung

    @mas bayu
    saya tidak sependapat dengan anda yg bilang It’s purely stupidity.
    event ini untuk menguatkan indonesia di mata dunia bahwa negara kita adalah salah satu negara bahari terbesar didunia..kita bisanya hanya komentar tapi langkah kongkrit yg kita lakukan ga ada.susah loeh bikin acara yg bginian perlu satu tahun utk siapkan segalanya agar proses berjalan dengan lancar..bunaken mungkin hilang pesonanya tp hanya sedikit, msh banyak puluhan dive site terhampar disekitar pulau itu.bangga dong punya bunaken.do not underestimate nature or nature will underestimate you.pcaya deh..yuk rame2 kita selamatkan bunaken

  5. 0
    5 October 2009 18:26:10

    dhian

    waw teryata laut itu indah & menaik juga yach q tertarik loch dengan dunia laut kalau aja manusia bisa hidup di laut 😀

  6. 0
    7 October 2009 20:14:38

    Andy Yudhyantoro

    Saya tidak rela kalo kehilangan pesona terumbu karang Bunaken. Save our Bunaken !

  7. 0
    8 August 2010 05:50:23

    heri

    dulu pas datang ke Bunaken memang saya tidak menemukan keindahan coral di sana saat Snorkling, karena saya datang hanya ikut snorkling di tempat yang coralnya sudah rusak, namus saat beranjak ke tempat lain, dan melihat dari kaca di bawah kapal keindahan itu terbukti masih ada, apalagi bisa saja kalau saat itu ikut menyelam, saya akan mengatakan Coral Bunaken itu indah, jadi menurut saya Bunaken sekarang masih indah apalagi jika kita ikut diving ke sana

Latest

About

Dunia Laut berisi kumpulan cerita dan foto-foto tentang kekayaan alam hayati lautan Indonesia.

Blog ini dikelola oleh Iman Brotoseno, PADI Dive Instructor.

© Dunia Laut. Design by Muhammad Zamroni.